Category Archives: Pendidikan

Taufiq Ismail, Penyair Legendaris Bergelar Dokter Hewan Lulusan IPB

Taufiq Ismail, Penyair Legendaris Bergelar Dokter Hewan Lulusan IPB

“Ada sajadah panjang terbentang. Dari kaki buaian. Sampai ke tepi kuburan hamba. Kuburan hamba bila mati. Ada sajadah panjang terbentang Hamba tunduk dan sujud. Di atas sajadah yang panjang ini. Diselingi sekedar interupsi mencari rezeki, mencari ilmu. Mengukur jalanan seharian. Begitu terdengar suara azan kembali tersungkur hamba. Ada sajadah panjang terbentang. Hamba tunduk dan rukuk. Hamba sujud dan tak lepas kening hamba. Mengingat Dikau Sepenuhnya”.

Siapa yang tidak mengenal syair tersebut. Musikalisasinya dipopulerkan oleh grup musik Bimbo. Syair tersebut merupakan karya Taufiq Ismail. Ia merupakan sosok penulis dan penyair yang sangat dikenal di Indonesia. Berbagai karya telah dihasilkan dan dikenal luas oleh masyarakat lokal dan mancanegara. Namun, siapa sangka bahwa ternyata ia merupakan seorang dokter hewan. Taufiq Ismail menuntaskan studinya di Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP) Universitas Indonesia yang kemudian menjadi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB). Pria kelahiran Bukitinggi, Sumatera Barat ini menamatkan kuliahnya pada tahun 1963.

Menempuh pendidikan di IPB membuat karya-karyanya banyak menyinggung pertanian. Puisi-puisi karya Taufiq Ismail memiliki ciri khas lekat dengan kritik sosial yang merupakan bentuk halus dari demonstrasi yang ditulis dengan bahasa karya sastra. Puisi-puisi Taufik Ismail lebih dekat kepada persoalan politik dalam negeri, kondisi sosial ekonomi, keagamaan dan hal-hal kontemporer lainnya. Puisi-puisinya juga bersifat universal, nyata dan tak jarang dapat memotret peristiwa bersejarah.

Salah satu puisi Taufiq Ismail yang meninggalkan kesan mendalam bagi IPB ialah puisi yang berjudul “Almamater” yang ia dedikasikan untuk sahabatnya, Antua M. Kasim Arifin, mahasiswa IPB yang mengabdikan diri di Waimital selama belasan tahun untuk membangun dan memajukan pertanian. Taufiq Ismail menyebutnya sebagai “Syair untuk Seorang Petani dari Waimital, Pulau Seram, yang pada Hari Ini Pulang ke Almamaternya,”. Selama di bangku kuliah, Taufiq Ismail merupakan mahasiswa yang aktif. Ia pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (1960–1961) dan Wakil Ketua Dewan Mahasiswa (1960–1962). Setelah lulus, ia mengajar sebagai guru bahasa di SMA Regina Pacis, Bogor (1963-1965), guru Ilmu Pengantar Peternakan di Pesantren Darul Fallah, Ciampea (1962), dan asisten dosen Manajemen Peternakan Fakultas Peternakan, Universitas Indonesia Bogor dan IPB (1961-1964).

Taufiq Ismail sering membaca puisi di depan umum. Di luar negeri, ia telah baca puisi di berbagai festival dan acara sastra di 24 kota Asia, Australia, Amerika, Eropa, dan Afrika sejak 1970. Baginya, puisi baru ‘memperoleh tubuh yang lengkap’ jika setelah ditulis, dibaca di depan orang. Pada April 1993 ia membaca puisi tentang Syekh Yusuf dan Tuan Guru, para pejuang yang dibuang VOC ke Afrika Selatan tiga abad sebelumnya, di tiga tempat di Cape Town (1993), saat apartheid baru dibongkar. Pada Agustus 1994, ia membaca puisi tentang Laksamana Cheng Ho di masjid kampung kelahiran penjelajah samudra legendaris itu di Yunan, RRC, yang dibacakan juga terjemahan Mandarinnya oleh Chan Maw Yoh.

Karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, Inggris, Jepang, Jerman, dan Perancis. Buku kumpulan puisinya yang telah diterbitkan, antara lain: Manifestasi (1963; bersama Goenawan Mohamad, Hartojo Andangjaya, et.al.), Benteng (1966) mengantarnya memperoleh Hadiah Seni 1970), Tirani (1966), Puisi-puisi Sepi (1971), Kota, Pelabuhan, Ladang, Angin, dan Langit (1971), Buku Tamu Museum Perjuangan (1972), Sajak Ladang Jagung (1973), Puisi-puisi Langit (1990), Tirani dan Benteng (1993), dan Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia (1999).

Taufiq merupakan salah seorang pendiri Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM), dan Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) (1968). Di ketiga lembaga itu Taufiq mendapat berbagai tugas, yaitu Sekretaris Pelaksana DKJ, Pj. Direktur TIM, dan Rektor LPKJ (1968–1978). Setelah berhenti dari tugas itu, Taufiq bekerja di perusahaan swasta, sebagai Manajer Hubungan Luar PT Unilever Indonesia (1978-1990), dan selama menjalankan berbagai profesi, ia tetap aktif menulis dan membaca puisi. “Saya merasa lebih dekat dengan Allah bila bersajak”, ujarnya. Taufiq Ismail sempat mengikuti International Writing Program, University of Iowa, Iowa City, Amerika Serikat dan belajar di Faculty of Language and Literature, American University in Cairo, Mesir, pada tahun 1993.

Beberapa penghargaan juga  pernah didapatkannya seperti Anugerah Seni dari Pemerintah (1970), Cultural Visit Award Pemerintah Australia (1977), South East Asia Write Award dari Kerajaan Thailand (1994), Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa (1994). Dua kali ia menjadi penyair tamu di Universitas Iowa, Amerika Serikat (1971-1972 dan 1991-1992), lalu pengarang tamu di Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur (1993). Taufiq Ismail juga meraih gelar Doktor Honoris Causa (HC) dari Universitas Negeri Yogyakarta (2003).

Hal-Hal Mengenai Departemen Proteksi Tanaman IPB

Jurusan Proteksi Tanaman di Institute Pertanian Bogor memang bukan jurusan favorit pilihan calon mahasiswa, tapi sesuai namanya, jurusan ini sangat penting bagi perlindungan dan kelestarian lingkungan hidup. Departemen Proteksi Tanaman berada di bawah Fakultas Pertanian bersama dengan Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Agronomi dan Hortikultura, dan Arsitektur Lanskap. Bisa dibilang, lulusan Proteksi Tanaman merupakan ahli dan “dokternya” tanaman karena mahasiswanya diharapkan mampu melakukan identifikasi serta mengatasi permasalahan dan penyakit tanaman, serta cakap dalam hal mengelola tanaman yang sehat. Mengoleksi serangga dan gulma tanaman juga merupakan beberapa hal yang dilakukan dan dipelajari oleh mahasiswa Proteksi Tanaman IPB.

Selain ruang kelas yang nyaman, perpustakaan, dan internet, IPB juga memberikan fasilitas rumah kaca, kebun percobaan, auditorium, mobil klinik tanaman, dan berbagai laboratorium untuk penelitian dan kemudahan proses belajar. Nantinya, kamu bisa bekerja di perusahaan agribisnis, agrokimia, pengendalian hama, kementerian pertanian, dan kementerian kehutanan. Kamu juga bisa menjadi konsultan perlindungan tanaman dan peneliti lingkungan hidup. Sangat menyenangkan bukan? Belajar dan bekerja sambil ikut berperan dalam pelestarian alam dan lingkungan. Inti dari bidang studi Proteksi Tanaman adalah melindungi tanaman dari gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang dapat mengakibatkan kerusakan tanaman sehingga tanaman tidak mampu menghasilkan suatu produksi. Salah satu hal yang tidak menyenangkan dari jurusan ini adalah keharusan untuk membedah hama tikus yang merupakan salah satu OPT. Hmm.. apakah kamu tertarik?

Fakultas Peternakan IPB dan Prospek Kerjanya

Fakultas Peternakan

IPB atau Institut Pertanian Bogor memiliki banyak sekali fakultas-fakultas unggulan di dalamnya. Mulai dari fakultas pertanian yang menjadi pesona utama, fakultas kehutanan, fakultas kedokteran hewan dan salah satunya juga adalah fakultas peternakan.

Fakultas yang satu ini mulanya merupakan induk dari Fakultas Kedokteran Hewan karena khusus menangani bidang peternakan. Namun semakin berkembang, Fakultas Peternakan punya nama dan pesona tersendiri bahkan selalu banyak peminat setiap tahunnya. Apa keunggulan dan prospek kerja yang bisa didapat dari fakultas yang satu ini?

Keunggulan fakultas tentu tak bisa dipisahkan dari fasilitas dan kualitasnya. Fakultas Peternakan memiliki dua departemen yang unggul yaitu Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Ternak serta Departemen Nutrisi dan Teknologi Pakan. Dua departemen tersebut diharapkan dapat menunjang kemampuan mahasiswa dan mahasiswi untuk mempelajari seluk-beluk bidang peternakan secara maksimal. Juga diharapkan memperlebar wawasan saat menjadi lulusan dari IPB nanti.

Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Ternak misalnya, mempelajari modul-modul seperti : Produksi Ternak Perah, Produksi Ternak Unggas, Produksi Ternak Daging dan Kerja dan Aneka Ternak, Ilmu Pemuliaan dan Genetika Ternak, Teknologi Hasil Ternak. Sementara Departemen Nutrisi dan Teknologi Pakan mempelajari modul-modul seperti : Teknologi dan Industri Pakan, Metabolisme Nutrien dan Biosintesis Produk Ternak, Nutrisi Terapan Ilmu dan Teknologi Tumbuhan Pakan dan Pastura.

Soal prospek kerja, selain bekerja di bidang peternakan secara umum, lulusan bisa menjadi ahli atau dokter di bidang peternakan. Juga bisa menjadi orang yang bekerja di pemerintahan dan bahkan luar negeri untuk mengurusi bidang ternak. Prospek kerja yang luas membuat fakultas peternakan bisa jadi pilihan tempat mengenyam pendidikan saat berpikir untuk kuliah nanti.

http://1bestpillsforhealth.com/buy-lexapro-online-cheap/